Kamis, 12 Januari 2017

Sistem Informasi Geografis (SIG)

Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi.

Data SIG
Terdapat 2 jenis data SIG, yaitu :
- Data Vekor
   Yaitu data yang diwakili oleh tiga tipe, yaitu point, line, dan poligon

- Data Raster
Yaitu data yang umumnya digunakan untuk menampilkan data mentah (raw data) seperti citra satelite atau foto udara, atau juga digunakan untuk menampilkan data continue, misal data temperatur, tekanan atau elevasi.

Contoh data raster :

                                     Foto citra satelit Kawasan Bandung Utara
     (sumber : SAS Planet)
                                              

Dasar Hukum SIG
  • UU no. 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial
        - Informasi geospasial Tematik wajib mengacu pada Informasi Geospasial Dasar.
        - Tidak diperkenankan membuat skala IG Tematik lebih besar daripada skala IG Dasar            yang diacu.
  • PP no. 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang
         - Peta Rencana Tata Ruang wajib dikonsultasikan kepada BIG
  • Perka BIG no 6 Tahun 2014 tentang Tata Cara Konsultasi Penyusunan Peta Rencana Tata Ruang
  • Perka BIG no 15 Tahun 2015 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar
Tahapan Dalam Membuat SIG

1. Input
Input yaitu proses memasukan data dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dahulu menjadi data digital sebelum dimasukan ke komputer. 

2. Proses
Proses merupakan aktivitas yang meliputi membuat basis data baru, menghapus basis data membuat tabel basis data, mengisi dan menyisipkan data ke dalam tabel, mengubah dan mengedit data.

3. Output
Output yaitu data yang sudah dianalisis dalam SIG dapat memberikan informasi kepada para pengguna. SIG dapat menghasilkan keluaran (output) data geografi dalam bentuk peta tematik, tabel, grafik laporan, dan lain-lain.
        
Contoh Penerapan SIG Dalam Berbagai Bidang

1. SIG dalam Bidang Lingkungan


sebaran genangan air di Jalan Pasteur, Bandung

Peta rata - rata erosi di Jawa Barat pada tahun 2001

                                                                                     



2. SIG Dalam Bidang PWK

- Inventarisasi Sumber Daya Alam
Pengumpulan dan penyusunan data yang berhubungan dengan sumber daya alam guna melakukan perencanaan pengelolaan sumber daya alam bagi kesejahteraan manusia.

- Disaster Management
Memberikan gambaran tentang rencana yang harus dibuat untuk mengurangi atau mencegah kerugian karena bencana, reaksi yang harus dilakukan selama dan setelah bencana berlangsung, dan upaya yang harus dilakukan untuk pemulihan pasca bencana.

- Penataan Ruang dan Pembangunan
Sebagai orientasi visual tentang lokasi yang akan direncanakan dan berfungsi sebagai penentu kebijakan tata ruang suatu wilayah dimasa yang akan datang.

- Investasi Bisnis dan Ekonomi
Memberikan gambaran dalam penyusunan perencanaan bidang penanaman modal; Perumusan kebijakan teknis bidang penanaman modal dan lingkungan hidup; Pengkoordinasian pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang penanaman modal dan lingkungan hidup.

Contoh SIG dalam bidang PWK

(sumber : www.skyscrapercity.com)


3. SIG Dalam Bidang Politik

Hasil Pemilu Tahun 2014


Sebaran TPS di Kelurahan Mugasari



4. SIG Dalam Bidang Sosial Budaya

- Tujuan pemetaan dalam sosial budaya

Tujuan dari pemetaan sosial dan budaya adalah diperolehnya program prioritas dan alokasi sumber pembangunan sosial secara efisien, efektif dan berkelanjutan.

- Manfaat pemetaan dalam sosial budaya

  • Mengetahui potensi dan persebaran penduduk
  • Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya
  • Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi
  • Untuk pendataan dan pengembangan pusat - pusat pertumbuhan dan pembangunan
  • Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan, rekreasi, serta perkantoran
  • Mengetahui persebaran kebudayaan disuatu daerah
  • Dasar pengembangan informasi kebudayaan
- Contoh SIG dalam bidang sosial budaya

Peta tingkat kemiskinan

5. SIG Dalam Bidang Pertanian

- Manfaat SIG dalam bidang pertanian
  • Mengelola produksi tanaman
  • Mengelola sistem irigasi
  • Memantau persebaran hama wereng
- Contoh SIG dalam bidang pertanian



6. SIG Dalam Bidang Pertambangan

Peranan SIG dalam bidang pertambangan

  • Menentukan lokasi - lokasi pertambangan dengan memperhitungkan keamanan para pekerja tambang dan kelestarian lingkungan
  • Menginventarisasi manajemen dan perizinan proyek pertambangan


  • Menentukan keterdapatan lokasi bahan galian dan persebarannya
(sumber : ahmad-tarmizi.blogspot.co.id)

(sumber : geoenviron.blogspot.co.id)

7. SIG Dalam Bidang Kesehatan

- Manfaat SIG dalam bidang kesehatan
  • Menentukan distribusi penyakit
  • Analisis trend spasial dan memoral
  • Pemetaan Populasi Beresiko
  • Stratifikasi Faktor Resiko
  • Penilaian distribusi sumber daya
  • Perencanaan dan penentuan intervensi
  • Monitoring penyakit
- Contoh SIG dalam bidang kesehatan


8. SIG dalam bidang Kependudukan

- Peran SIG dalam bidang kependudukan
  • Berperan untuk penyusunan data pokok
  • Penyediaan informasi kependudukan dan sosial ekonomi
  • Sistem informasi untuk pemilihan umum
- Peta kependudukan
  • Peta jumlah penduduk
  • Peta kepadatan penduduk
  • Peta sebaran penduduk
  • Peta Kemiskinan
- Contoh SIG dalam bidang kependudukan

Peta jumlah penduduk

Peta sebaran penduduk

Peta kepadatan penduduk
Peta penduduk miskin
9. SIG Dalam Bidang Ekonomi

Manfaat SIG dalam bidang ekonomi yaitu dapat menginformasikan tentang sebaran lokasi perdagangan yang strategis guna menstabilkan perekonomian masyarakat


10. SIG Dalam Bidang Transportasi

- Manfaat SIG dalam bidang transportasi
dapat mengetahui daerah rawan macet di suatu kota, sehingga pengguna jalan dapat mencari jalan alternatif yang lebih lancar
Peta kemacetan di Jalan Cihampelas, Bnadung
 


11. SIG Dalam Bidang pariwisata

- Manfaat SIG dalam bidang pariwisata
menginformasikan tentang potensi wisata di suatu daerah, sehingga mempermudah turis yang akan berlibur

Peta objek wisata di Jawa Barat

12. Sejarah Peta

Peta yang awalnya dibuat pada tanah liat terus berevolusi sampai pada era peta modern seperti sekarang, dimana peta dapat diolah menjadi suatu informasi yang terbagi dalam berbagai bidang seperti SIG.

Selengkapnya mengenai sistem informasi geografis di berbagai bidang dapat dilihat disini

Seputar Peta

DEFINISI PETA 

-Arti praktis dari peta adalah gambaran grafis dari objek-objek pada sebagian kecil, sebagian besar, atau pada seluruh permukaan bumi.
-Representasi 2 dimensi seluruh/sebagian dari permukaan bumi yang menunjukkan kenampakan alami dan buatan manusia, dikontruksi pada bidang proyeksi terntentu dengan skala tertentu.

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM PETA 

1. Muka Peta

     Muka peta merupakan tampilan keseluruhan peta

2. Judul

Judul yaitu menggambarkan tentang isi dari peta tersebut. biasanya judul ditulis pada bagian kanan atas peta
contoh : Peta Administrasi Kota Bandung

3. Skala

Skala adalah perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya.
Skala dibagi menjadi dua jenis, yaitu skala angka dan skala bar
Contoh skala angka:
skala pada suatu peta adalah 1:10000, maka artinya 1 cm di peta sama dengan 10000 cm jarak sebenarnya

4. Arah Mata Angin

    Arah mata angin yaitu untuk menunjukkan arah pada suatu peta.




5. Titik Koordinat
Titik kordinat yaitu sekumpulan titik yang berfungsi sebagai acuan dalam penentuan dan perhitungan pada peta. Ditampilkan dengan penggambaran garis vertikal dan horizontal pada muka peta dengan satuan derajat, menit, detik.


6. Garis Lintang dan Garis Bujur

  • Garis lintang yaitu garis yang membelah bumi secara vertikal, dengan titik 0 derajatnya yang berada di garis khatulistiwa.
  • Garis bujur yaitu garis yang membelah bumi secara horizontal dengan titk 0 derajatnya yang berada di Greenwich, Inggris.

7. Legenda 
Legenda yaitu keterangan yang menjelaskan tentang warna, garis, atau simbol yang terdapat pada peta.



8. Insect Peta
    Yaitu peta yang memperlihatkan dimana letak dari peta tersebut.

9. Instansi
    Yaitu nama suatu perusahaan, organisasi, atau lembaga yang membuat peta tersebut.

10. Tanggal Pembuatan Peta
      Yaitu tanggal kapan peta tersebut dibuat



KLASIFIKASI  PETA

Klasifikasi Peta Berdasarkan Skala

  • Skala kecil      (>1:500.000)
  • Skala sedang   (1:250.000 - 1:500.000)
  • Skala besar      (<1:250.000

- Klasifikasi Peta Berdasarkan Fungsinya 
  • Peta referensi
  • Peta teknis


JENIS PETA

- Jenis Peta Berdasarkan Kandungan Unsurnya

  • Peta Atlas
  • Peta Topografi
  • Peta Thematik

KETENTUAN DAN PERATURAN DALAM MEMBUAT PETA

- Aspek Yuridis

  • UU No. 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.
  • Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 2013 tentang tingkat ketelitian peta untuk penataan ruang dan wilayah
  • UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang
- Aspek Teknis

  • Pencapaian terhadap batas toleransi kesalahan
  • Pemenuhan ketentuan dalam penentuan metoda pengambilan data
  • Memperhatikan tingkat ketelitian peralatan dan material yang digunakan.
  • Kualifikasi dan klasifikasi sumber daya manusia.


P
PROYEKSI PETA

Peta merupakan gambaran permukaan bumi pada bidang datar, sehingga untuk menggambarkan permukaan bumi yang bulat, perlu dilakukan proyeksi peta.
Proyeksi peta yaitu model matematik untuk mengkonversi posisi tiga dimensi pada suatu titik di permukaan bumi ke representasi posisi dua dimensi di bidang peta. 
JENIS 

JENIS PROYEKSI PETA
  • Proyeksi Peta Berdasarkan Bidang Proyeksi Yang Digunakan
1. Proyeksi Krucut
Bidang proyeksinya adalah kerucut,  kerucut dihamparkan pada permukaan bumi dan menyinggung bola bumi sepanjang suatu lingkaran

Peta Proyeksi Kerucut

2. Proyeksi Silinder
     Bidang proyeksinya silinder, silinder dihamparkan di permukaan bumi 
Peta Proyeksi Silinder
3. Proyeksi bidang azimut
     Bidang proyeksinya bidang datar

Peta Proyeksi Azimut
  • Proyeksi Peta Berdasarkan Distorsi yang Diakibatkan
1. Proyeksi konform, sudut permukaan bumi sama dengan sudut pada bidang proyeksi, daerah - daerah kecil pada peta sebangun dengan yang ada di permukaan bumi. pemakaian proyeksi komform baik untuk memperlihatkan arah

2. Proyeksi equivalent, luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi pada skala yang sama. 

3. Proyeksi equidistant, jarak di peta sama dengan jarak di muka bumi pada skala yang sama. 

  • Proyeksi Peta Berdasarkan Orientasi / Kedudukan Garis Karakteristik
1. Proyeksi normal, garis karakteristiknya berimpit dengan sumbu bumi. 

2. Proyeksi  miring (oblique), garis karakteristiknya membentuk sudut dengan sumbu bumi. 

3. Proyeksi transversal (transverse), garis karakteristiknya tegak lurus dengan sumbu bumi.





Garis karakteristik pada proyeksi kerucut dan silinder adalah sumbu dari kerucut dan silinder yang melalui pusat bumi; sedang garis karakteristik pada proyeksi azimuthal adalah garis yang melalui pusat bumi dan tegak lurus pada bidang proyeksi.

PEMILIHAN SISTEM PROYEKSI PETA

Pemilihan suatu sistem proyeksi peta adalah berdasarkan:
  • Posisi, bentuk, dan ukuran daerah yang akan dipetakan
  • Kegunaan peta yang akan dibuat
Contoh :


  • Proyeksi Azimut baik digunakan untuk negara dengan area kecil, garis potong bidang proyeksi terletak pada pusat dari area yang dipetakan
  • Proyeksi silinder baik untuk suatu negara yang bentuknya seperti empat persegi panjang
  • Proyeksi kerucut cocok untuk negara yang berbentuk seperti segitiga. 
Khusus untuk Indonesia, sistem proyeksi peta yang cocok adalah proyeksi silinder transverse.

CONTOH PETA 

Peta Kota Bandung